ANTARA AKU, KAMU, DAN JARAK
OLEH: ROSA VIRGINIA S.H
Salam
kenal, namaku Igin seorang Mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S1. Aku
tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Wily kekasihku adalah seorang
Anggota Kepolisisan yang kini sedang menjalankan ikatan dinasnya di Malinau,
Kalimantan Utara. Awalnya kami berdua
bersahabat, persahabatan kami awet sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah
Pertama. Aku sangat paham sekali dengan karakter seorang William Pascal,
laki-laki sabar dan berkharisma dengan sejuta "kehangatan" yang ada pada
dirinya. Jujur sebagai seorang perempuan aku pun jatuh hati padanya. Begitu
pula sebaliknya ternyata setelah sekian lama bersahabat Wily pun merasakan hal
yang sama, namun dia lebih memilih untuk memendam perasaannya kepadaku dengan
alasan takut merusak persahabatan kami. Seiring berjalannya waktu, kami
akhirnya tak kuasa menahan gejolak yang selama ini bergemuruh dari dalam hati.
Komunikasi kami pun kini semakin intens, Selasa, 25 Juli 2015 Wily memutuskan
untuk mengambil cuti kerja dan pada hari itu juga berangkat ke Balikpapan. Wily
tidak mengabariku sebelumnya jika dia akan pulang untuk menemuiku.
Pagi
pukul 08.30 WITA notifikasi LINE ku
berbunyi, ternyata pesan dari Wily.
“ntar
malam aku jemput, siap-siap ya ngga pake lama” katanya singkat.
“kamu
ngigo kah Wil?” kataku dengan rasa tidak percaya.
Pembicaraan
kami hanya sampai disitu, tiba-tiba malamnya Wily menelponku “aku didepan,
keluar gih” ujarnya. Aku pun keluar dengan perasaan deg-degan dan ternyata dia
telah menjemputku. Aku yang saat itu hanya mengenakan piyama bergegas ke kamar
untuk mengganti bajuku dan bersiap-siap. Setelah siap kami pun bergegas
meninggalkan rumah dengan Vespa tua kesayangannya. Kami bertemu dengan
teman-teman lama kami semasa SMP untuk sekadar nongkrong berbagi cerita dan
melepas rindu. Malam semakin larut dan kami pun bergegas untuk pulang, Wily
mengantarku pulang kerumah tepat pukul 10 malam karena dia tahu bahwa Bapakku
tidak suka aku pulang larut malam. Hari lepas hari pun berganti, dan kami
menghabiskan setiap waktu berharga itu dengan bersama-sama untuk pergi dinner
berdua, nonton film di bioskop, dan tidak lupa aku menemaninya bermain futsal
setiap malam
Hari
itu tepatnya malam minggu tanggal 01 Agustus 2015 dia menyatakan perasaannya
padaku dan mengatakan bahwa dia ingin menjalin hubungan yang serius denganku
kedepannya.
“tanggalnya
cantik nih, kamu ngga pengen kita sama-sama gitu?” ujar Wily.
Aku
menjadi salah tingkah “apaan sih wil norak” kataku kesal.
“lah
aku ini serius, besok aku udah harus balik lagi ke Malinau. Kamu tinggal jawab
mau atau ngga. Gampang kan?” ujarnya sambil menatap aku dengan penuh keyakinan.
Jujur
aku tidak kuasa menahan perasaanku padanya, aku hanya tersenyum sambil tersipu
malu sambil menatap dalam-dalam matanya seoalah mengisyaratkan aku bersedia
menjadi kekasihnya.
Wily
menggenggam tanganku sambil berkata “akhirnya ya sahabat jadi cinta, semoga
hubungan kita yang sekarang juga bakal selanggeng persahabatan kita sejak SMP”.
Aku tersenyum sambil mengucapkan “amiiiiin”.
Besoknya,
Minggu pukul 06:00 pagi aku bergegas bangun dari tempat tidurku untuk cepat
bersiap-siap karena pagi ini aku akan mengantar Wily yang akan berangkat pada
pukul 08.15 WITA tujuan Malinau. Kami pergi ke bandara bersama dengan kedua
orang tuanya. Sesaat sebelum take off, Wily
berpamitan dengan aku dan Papa Mamanya.
Aku
menemaninya hingga saat masuk ke ruang check
in. “aku balik tugas dulu ya, sayang. Kamu jaga diri baik-baik, kuliah yang
rajin, jangan suka malas-malas makan, malas mandi ya. Aku pasti pulang. Love
you” ucapnya haru.
Tangis
ku pun pecah, aku tak kuasa menahan kesedihanku atas keberangkatannya ,“sayang
cepat pulang ya. Jadi abdi negara yang baik ya sayang, jaga kesehatan.
Love you more”
Dia
memelukku erat dan mencium keningku. Aku hanya bisa terdiam membisu berdiri ditempat sambil
meratapi kepergiannya. Setelah tangisku mereda, aku dan orang tua Wily kembali
ke rumah kami masing-masing.
Pukul
10:00 WITA notifikasi LINE ku berbunyi, dan pastinya pesan dari Wily “sayang
aku udah sampe nih, Puji Tuhan selamat sampai tujuan. Sayang jangan sedih-sedih
lagi ya”
“iya
sayang, syukur udah sampe. Iya sayang, aku ngga sedih kok karena aku yakin
jarak bukan penghalang untuk kita dan ini semua hanya sementara” balasku.
Hari
berganti, bulan berlalu tidak terasa sudah hampir 9 bulan kami menjalani
hubungan jarak jauh ini. Dia disana menjalankan kewajibannya sebagai seorang
abdi negara dan aku disini menjalani hari-hariku sebagai seorang mahasiswi yang
sedang menyelesaikan pendidikan S1 ku. Hari-hari kami jalani dengan bahagia
meskipun terpisahkan oleh jarak. Namun kami tidak pernah lelah bersahabat dengan jarak.
Karena komitmen yang menguatkan kami dan juga rindu yang senantiasa selalu
menemani hari-hari kami.
Dimanapun dia bertugas aku akan selalu percaya
dan memberinya motivasi. ”mengabdilah untuk bangsamu sayang, berikan dengan
tulus jiwa dan ragamu untuk NKRI. Di sini aku akan setia menunggumu sambil
berdoa semoga penantian ini berakhir indah” niatku sambil mencoba menguatkan
diri.
Dear
William
Pascal
Entah
sampai kapan kita harus bersahabat dengan jarak ini, itu tidak sedikitpun
menggoyahkan niat awalku memilih mu. Mungkin rekaman suara dari ku ini tak
mampu menebus semua rasa sepi mu tanpa hadirku mendampingi mu, mencoba terus
saling menguatkan adalah kunci utama seberapa hebat hubungan kita. Aku
mengerti, aku memahami, kita sedang di uji. Aku selalu menunggu pertemuan kita
selanjutnya, dan aku yakin Tuhan akan membuatnya indah pada waktu-Nya. Aku
merindukanmu terlebih senyumanmu.
Yours
Rosa
Virginia