Sabtu, 30 April 2016



ANTARA AKU, KAMU, DAN JARAK
OLEH: ROSA VIRGINIA S.H

Salam kenal, namaku Igin seorang Mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S1. Aku tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Wily kekasihku adalah seorang Anggota Kepolisisan yang kini sedang menjalankan ikatan dinasnya di Malinau, Kalimantan Utara. Awalnya kami berdua bersahabat, persahabatan kami awet sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama. Aku sangat paham sekali dengan karakter seorang William Pascal, laki-laki sabar dan berkharisma dengan sejuta "kehangatan" yang ada pada dirinya. Jujur sebagai seorang perempuan aku pun jatuh hati padanya. Begitu pula sebaliknya ternyata setelah sekian lama bersahabat Wily pun merasakan hal yang sama, namun dia lebih memilih untuk memendam perasaannya kepadaku dengan alasan takut merusak persahabatan kami. Seiring berjalannya waktu, kami akhirnya tak kuasa menahan gejolak yang selama ini bergemuruh dari dalam hati. Komunikasi kami pun kini semakin intens, Selasa, 25 Juli 2015 Wily memutuskan untuk mengambil cuti kerja dan pada hari itu juga berangkat ke Balikpapan. Wily tidak mengabariku sebelumnya jika dia akan pulang untuk menemuiku.
Pagi pukul 08.30 WITA notifikasi LINE ku berbunyi, ternyata pesan dari Wily.
“ntar malam aku jemput, siap-siap ya ngga pake lama” katanya singkat.
“kamu ngigo kah Wil?” kataku dengan rasa tidak percaya.
Pembicaraan kami hanya sampai disitu, tiba-tiba malamnya Wily menelponku “aku didepan, keluar gih” ujarnya. Aku pun keluar dengan perasaan deg-degan dan ternyata dia telah menjemputku. Aku yang saat itu hanya mengenakan piyama bergegas ke kamar untuk mengganti bajuku dan bersiap-siap. Setelah siap kami pun bergegas meninggalkan rumah dengan Vespa tua kesayangannya. Kami bertemu dengan teman-teman lama kami semasa SMP untuk sekadar nongkrong berbagi cerita dan melepas rindu. Malam semakin larut dan kami pun bergegas untuk pulang, Wily mengantarku pulang kerumah tepat pukul 10 malam karena dia tahu bahwa Bapakku tidak suka aku pulang larut malam. Hari lepas hari pun berganti, dan kami menghabiskan setiap waktu berharga itu dengan bersama-sama untuk pergi dinner berdua, nonton film di bioskop, dan tidak lupa aku menemaninya bermain futsal setiap malam

Hari itu tepatnya malam minggu tanggal 01 Agustus 2015 dia menyatakan perasaannya padaku dan mengatakan bahwa dia ingin menjalin hubungan yang serius denganku kedepannya.
“tanggalnya cantik nih, kamu ngga pengen kita sama-sama gitu?” ujar Wily.
Aku menjadi salah tingkah “apaan sih wil norak” kataku kesal.
“lah aku ini serius, besok aku udah harus balik lagi ke Malinau. Kamu tinggal jawab mau atau ngga. Gampang kan?” ujarnya sambil menatap aku dengan penuh keyakinan.
Jujur aku tidak kuasa menahan perasaanku padanya, aku hanya tersenyum sambil tersipu malu sambil menatap dalam-dalam matanya seoalah mengisyaratkan aku bersedia menjadi kekasihnya.
Wily menggenggam tanganku sambil berkata “akhirnya ya sahabat jadi cinta, semoga hubungan kita yang sekarang juga bakal selanggeng persahabatan kita sejak SMP”. Aku tersenyum sambil mengucapkan “amiiiiin”.
Besoknya, Minggu pukul 06:00 pagi aku bergegas bangun dari tempat tidurku untuk cepat bersiap-siap karena pagi ini aku akan mengantar Wily yang akan berangkat pada pukul 08.15 WITA tujuan Malinau. Kami pergi ke bandara bersama dengan kedua orang tuanya. Sesaat sebelum take off, Wily berpamitan dengan aku dan Papa Mamanya.
Aku menemaninya hingga saat masuk ke ruang check in. “aku balik tugas dulu ya, sayang. Kamu jaga diri baik-baik, kuliah yang rajin, jangan suka malas-malas makan, malas mandi ya. Aku pasti pulang. Love you” ucapnya haru.
Tangis ku pun pecah, aku tak kuasa menahan kesedihanku atas keberangkatannya ,“sayang cepat pulang ya. Jadi abdi negara yang baik ya sayang, jaga kesehatan. Love you more”
Dia memelukku erat dan mencium keningku. Aku hanya bisa terdiam membisu berdiri ditempat sambil meratapi kepergiannya. Setelah tangisku mereda, aku dan orang tua Wily kembali ke rumah kami masing-masing.
Pukul 10:00 WITA notifikasi LINE ku berbunyi, dan pastinya pesan dari Wily “sayang aku udah sampe nih, Puji Tuhan selamat sampai tujuan. Sayang jangan sedih-sedih lagi ya”
“iya sayang, syukur udah sampe. Iya sayang, aku ngga sedih kok karena aku yakin jarak bukan penghalang untuk kita dan ini semua hanya sementara” balasku.

Hari berganti, bulan berlalu tidak terasa sudah hampir 9 bulan kami menjalani hubungan jarak jauh ini. Dia disana menjalankan kewajibannya sebagai seorang abdi negara dan aku disini menjalani hari-hariku sebagai seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan pendidikan S1 ku. Hari-hari kami jalani dengan bahagia meskipun terpisahkan oleh jarak. Namun kami tidak pernah lelah bersahabat dengan jarak. Karena komitmen yang menguatkan kami dan juga rindu yang senantiasa selalu menemani hari-hari kami.
Dimanapun dia bertugas aku akan selalu percaya dan memberinya motivasi. ”mengabdilah untuk bangsamu sayang, berikan dengan tulus jiwa dan ragamu untuk NKRI. Di sini aku akan setia menunggumu sambil berdoa semoga penantian ini berakhir indah” niatku sambil mencoba menguatkan diri.

Dear
William Pascal
Entah sampai kapan kita harus bersahabat dengan jarak ini, itu tidak sedikitpun menggoyahkan niat awalku memilih mu. Mungkin rekaman suara dari ku ini tak mampu menebus semua rasa sepi mu tanpa hadirku mendampingi mu, mencoba terus saling menguatkan adalah kunci utama seberapa hebat hubungan kita. Aku mengerti, aku memahami, kita sedang di uji. Aku selalu menunggu pertemuan kita selanjutnya, dan aku yakin Tuhan akan membuatnya indah pada waktu-Nya. Aku merindukanmu terlebih senyumanmu.
Yours
Rosa Virginia


13 komentar: